Salam Lestari !!!

Selamat datang di Blog kami,
"Tetap Tegar Dalam Asa"
WIRPALA POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
https://twitter.com/WIRPALA_PPNP

Selasa, 02 April 2013

“OPERASI TEBING BAMBAPUANG WIRPALA”


Kegiatan OTB ini berlangsung di penghujung 2012 sampai awal 2013, begitulah jalannya pelaksanaan operasi ini, dimana kegiatan sebelumnya telah direncanakan oleh tim mulai dari tanggal 26-30 Desember 2012 dengan berbagai persiapan, namun karena berbagai kendala yang kami temui di lapangan menyebabkan kegiatan ini baru selesai pada tanggal 2 Januari 2013 yang ditandai dengan lima orang pemanjat (Tim Inti, yakni : Ahmad Qadri. H, Adiyatma. M, Samsul Bahri, Muhammad Akmal dan Muhammad Nasir)  yang tergabung dalam Tim OTB WIRPALA berhasil mencapai puncak Tebing Bambapuang pada hari Rabu, 2 Januari 2013, pukul 13.47 WITA dengan melakukan pemanjatan secara direct di dinding selatan tebing dengan ketinggian tebing yang dipanjati setinggi  115 meter, dengan panjang lintasan 117 meter dan jalur scrambling 200 meter. Tim melakukan pemanjatan dengan metode Artificial Climbing dan menggunakan taktik Siege System.
Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan Tim di Lapangan Tenis PPNP pada Hari Rabu, 26 Desember 2012, pukul 15.00 WITA oleh Bapak. Ir. Paharuddin MT dan Irawan Alham ST, MT. sebagai perwakilan dari Bidang Kemahasiswaan, Bapak Ir. Widodo Basuki, M.Si, Ketua MPM, Seluruh Anggota WIRPALA serta teman-teman dari UKM/HMJ yang sempat hadir. Setelah itu tim kemudian berangkat ke lokasi pemanjatan yang terletak di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kabupaten Enrekang dengan menggunakan sepeda motor.
Butuh perjuangan untuk sampai ke lokasi, yakni di dusun kotu, dusun yang menjadi akses terakhir sebelum menjajal cadasnya bambapuang, belum lagi perjalanan menuju landasan tebing/start pemanjatan, tim harus melalui medan terjal sepanjang 200 meter dengan pendakian di medan yang berbatuan lepas. Tim melakukan start pemanjatan pada hari Kamis, 27 Desember 2012 pada pukul 15.30 dan berjuang selama lima hari untuk menghadapi ekstrimnya Tebing Bambapuang, dimana malam terakhir sebelum mencapai top, tim pemanjat terpaksa flying camp (menginap di tebing) di ketinggian 100 meter. Dengan rasa haru dan bangga serta disertai sujud syukur kepada Tuhan YME, Tim Pemanjat/Tim Inti berhasil tiba di puncak tebing pada hari Rabu, 2 Januari 2013 pukul 13.47. Tim kemudian dijemput oleh Tim Pendukung yang telah setia menunggu di puncak sebelah Gunung Bampuang. Tampak view indah Sungai Saddang dan Gunung Nona menemani tim inti menunggu kedatang tim pendukung untuk menjemput kami. Setelah Tim Pendukung datang, kami kemudian menuju ke Puncak Gunung Bambapuang untuk merayakan euforia keberhasilan Tim OTB WIRPALA dengan mengibarkan Bendera Politeknik Pertanian Negeri Pangkep dan Bendera UKM WIRPALA di  Tebing Tertinggi di Sulawesi Selatan.
Tebing Bambapuang yang dimana kata Bambapuang berasal dari dua kata, yakni “Bamba” yang berarti tangga, dan “puang” adalah raja , yang artinya tangga raja/pohon yang menghubungkan langit dan bumi pada waktu itu, namun di potong oleh Sawerigading, dimana daunnya itulah yang kini menjadi Sungai Saddang dan beberapa lainnya menjadi tonjolan batu/bukit yang ada di Toraja.Tebing  ini merupakan tebing bebatuan kapur yang cadas dan merupakan tebing tertinggi di Sulawesi Selatan serta memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tercatat lebih dari 33 Tim dari seluruh Dunia dan Indonesia  yang pernah mencoba menaklukkannya, ada yang sukses dan ada juga yang gagal sampai gugur dalam ekspedisi atau pemanjatannya. Tercatat seorang anggota dari Mahasiswa Pencinta Alam dari “MPA Arayancala Tri Sakti Jakarta” atas nama Ali Irfan. B meninggal di tebing ini setelah tergelincir sewaktu mengambil gambar. Selain itu pernah juga 3 orang mahasiswa yang melakukan ekspedisi nyaris tewas terbakar ketika melakukan pemanjatan, ketiga mahasiswa itu berasal dari HIMPALA Unas Jakarta.
"Yakinlah.., Tuhan Bersama Kalian. . . ", begitulah bunyi kalimat yang melekat di hati seluruh tim OTB. (by 441)

Selasa, 06 November 2012

COOMING SON !!!, DIKSAR XXVII UKM WIRPALA PPNP




-   PENGAMBILAH FORMULIR DAN REGISTRASI :
5-14 NOVEMBER 2012
-   INDOOR :
16 NOVEMBER 2012

-   TRAINING CENTER :
19-22 NOVEMBER 2012

-   KARANTINA PESERTA:
22 NOVEMVER 2012

-   DIKSAR OUTDOOR :
23-27 NOVEMBER 2012

KIBAR MERAH PUTIH 2012, HUT WIRPALA 21 DAN HUT REPUBLIK INDONESIA 67



Pada hari Jum'at, tanggal 17 Agustus 2012, tepat pukul 08.45 Wita, setelah sebelumnya dilepas oleh Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Bapak Ir. Andi Asdar Jaya, M.Si sebelum melakukan upacara 17-an di Lapangan Upacara Kampus tim langsung menuju puncak tebing, dimana terdapat jalur pendakian memutari tebing dan butuh waktu 15 menit untuk sampai ke atas dari Kampus Politani Pangkep.
Tebing Nurjannah yang menjadi lokasi pengibaran terletak pas di depan Kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, jalan poros Makassar-Pare. Persiapan kegiatan ni telah dilaksanakan selama satu minggu sebelum hari H, dimana pada tahun lalu di tempat yang sama kami juga melakukan pengibaran dengan tema yang sama, yakni untuk memperingati Hari Lahir kami, dan juga Proklamasi RI.
Bendera dipasang setelah keseluruhan tim tiba di top tebing, dimana sebelum tim melakukan rappeling dari puncak tebing untuk melakukan pengibaran, kepanitian sudah mengatur acara bahwa untuk pengibaran kali ini akan dilakukan secara bersamaan dengan pengibaran yang dilakukan oleh civitas akademika kampus dengan terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan protokloer upacara kampus, karena memang lokasi pengibaran yang ada di dinding tebing terlihat dari lapangan upacara kampus.Setelah keseluruhan tim tiba di atas, maka bergegaslah mereka menggunakan peralatan rappeling serta tali yang sebelumnya sudah dibawa oleh tim pendukung.  Tim yang terdiri dari Andi Pamessangi sebagai Ketua Tim, dan anggotanya yakni; Basri, Adiyatma M, Usran R, Ahmad Qadri. H, Zaenal, dan Sandi Satria (Tim Dokumentasi). Pukul 09.00 tim pun melakukan do'a bersama sebelum melakukan pengibaran dan setelah itu secara serentak seluruh pengibar perlahan menuruni tebing sambi memegang bendera.
Bendera Merah Putih berukuran 4x8 meter pun berkibar di dinding tebing sekitar pukul 09.30, setelah melakukan penghormatan terhadap bendera, satu persatu dari tim kemudian naik dengan meniti tali disamping bendera yang memang disiapkan  sebagai lintasan untuk naik ke top tebing.
Ada kebanggan dan rasa syukur terhadap Allah SWT setelah kami tiba diatas tebing, mengingat persiapan dan inti kegiatan dilaksanakan di bulan suci ramadhan, namun tak mengurangi semangat KE-WIRPALA-AN dan KEMERDEKAAN, semoga dengan momentum peringatan Harlah dan Proklamasi, semangat kami akan nasionalisme tak pernah pudar, dengan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat diri kami sendiri, organisasi, institusi, masyarakat serta bangsa dan negara.


Jayalah WIRPALA, 21 TH
Jayalah INDONESIA, 67 TH


Lestari !!!

Minggu, 01 Juli 2012

DIKLAT XXVI


Diklat (Pendidikan Lanjutan), Aplikasi Lapangan II
Kegiatan ini sebagai pengembangan kapasitas setelah mengikuti Pendidikan Dasar, (Diksar). Dimana para anggota muda mengembangkan minat sesuai dengan divisinya masing dengan mengikuti prosedur diklat, mulai dari pendaftaran ke masing-masing koordinasi divisi, training center, pemantapan materi dan berlanjut ke aplikasi lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh AM Angkatan XXVI dan beberapa orang dari AM angkatan XXV yang menyusul.
Divisi Gunung Hutan:
Pendakian Lintas Bulu’Sorongan – Bulu’Poddo
Aplikasi lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 25-27 Mei 2012, bertempat di B. Sorongan, 590 mdpl (Desa Parenreng, Kec. Segeri, Kab. Pangkep) menuju B. Poddo, 735 mdpl (Balleangin, Kab. Barru). Kegiatan ini sebagai aplikasi materi navigasi yang telah diberikan sebelumnya. Peserta dari Kegiatan ini yaitu Saudara Rendi (AM XXVI)yang mengikuti dilkat ini, Koord. Divisi Gunung Hutan, Saroddin ,dan beberapa senior pendamping yakni Sandi Satria, Ahmad Qadri, Amiruddin, dan Adiyatma M.
Tim memulai start pendakian di desa Parenreng pada pukul 16.30 dan sampai ke puncak bukit Sorongan pada pukul 21.35 dan langsung membangun camp. 
Esok pagi, Sabtu 26 Mei 2012, Rendi melakukan resection dan intersection, mengambil data dari puncak sorongan serta menentukan step selanjutnya, kemudian tim melanjutkan perjalanan. Tim juga melakukan penanaman bibit jati putih di sekitar step yang dilalui, dimana sebelum menuju step I, tim menanam 5 pohon di 2 titik, yakni di kaki bukit sorongan dan disekitaran padang menuju step I. 
Step yang dilewati tim berjumah 10 (sepuluh),tim terus berjalan dan tiba di camp II (desa mammekke,Barru)pukul 21.00. Keesokan harinya, Minggu 27 Mei 2012 pukul 08.30 tim melanjutkan perjalanan menuju step VIII (belakang B. Poddo) melewati areal sungai, persawahan, dan melalui pendakian terjal serta semak belukar dan tiba di step VIII pukul 13.00. 
Di step VIII, Rendi kembali melakukan resection dengan Puncak Bulu’ Poddo sebagai bidikan lalu melanjutkan perjalanan ke step IX (puncak Bulu’ Poddo). Tim sampai di puncak Bulu’ Poddo pada pukul 13.45, kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke secretariat.
 Selama perjalanan, kami melewati empat desa, yakni desa pattiromanu, desa jangan jangan, desa mammekke, dan desa balleangin serta areal persawahan kami jumpai di keempat  desa tersebut yang mayoritas masyarakatnya bertani dan berkebun. Selain itu di jalur yang kami lewati terdapat satu SD (Sekolah Dasar) dan 2 Mushalla. 
Dalam perjalanan pulang dari Bulu’ Poddo menuju secretariat, tim menuruni lembah yang biasa disebut dengan lembah penyesalan dan ,memasuki area hutan dan menyebrangi beberapa sungai kecil sebelum memasuki perkampungan penduduk. Seluruh tim tiba dengan selamat di Sekretariat Pukul 20.25 dan langsung istirahat dan makan malam bersama.






Divisi Rock Climbing
Pemanjatan Tebing Lopi-lopi
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-20 Mei 2012 di Tebing alam Lopi-lopi, Dusun Lopi-lopi, Desa Mangeloreng, Kec. Bantimurung, Kab.Maros. Pemanjatan kali ini dengan metode Artificial Climbing, dan pada aplikasi kali ini, tim yang terdiri dari Anggota Muda XXVI dari Divisi RC, yaitu Syamsul Bahri, Rahmat Hidayat, dan Supriadi serta Koord. Divisi RC, Andi Pamessangi juga menggunakan metode hanging belay setelah berhasil mencapai pitch I.

Pemanjatan dimulai pada hari Jumat, 18 Mei 2012 setelah shalat jumat, yakni pukul 13.20 setelah sehai sebelum pemanjatan tim melakukan pendataan mengenai kondisi social pedesaan setempat. Syamsul Bahri yang bertindak sebagai leader langsung memasang 2 pengaman dan selanjutnya digantikan oleh supriadi yang memasang 2 pengaman. Tim baru bisa menembus pitch I pada hari sabtu setelah terjadi insiden di hari sebelumnya, dimana pemanjatan sempat terhenti.
 

Pemanjatan dilanjutkan pada sabtu pagi, dimana saudara Andi Pamessangi ascending ke pitch I untuk membelay Syamsul Bahri sebagai leader.Dengan menggunakan metode Hanging Belay, tim berhasil mencapai pitch II (± 35 meter) pada siang harinya. Setelah istirahat dan makan snack di pitch II, Tim memutuskan untuk melakukan clean peralatan dan melakukan descending tebing dan tiba di dasar tebing pada pukul 17.00. Tim memutuskan tidak melanjutkan pemanjatan sampai ke top tebing dengan alasan target yang diinginkan koord. Divisi mengenai metode hanging belay telah tercapai.
Mayoritas mata pencaharian penduduk sekitar tebing adalah petani, dimana terbentang areal persawahan yang begitu luas disekitar tebing, ada juga masyarakat yang melakukan kegiatan beternak karena disepanjang jalan menuju lokasi terdapat peternakan Ayam potong. Pada malam harinya keseluruhan tim istirahat di dasar tebing dan keesokan harinya, Minggu 20 Mei 2012, pukul 09.00, keseluruan tim bersiap-siap meninggalkan lokasi menuju secretariat.


Divisi Caving
Penelusuran Gua Latif
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25-27 Mei 2012, tepatnya di Gua Latif, Dusun Pattunuang, Desa Samanngi, Kec. Simbang, Kab. Maros dimana tim yang terdiri dari Astrid (AM XXV), Joni dan Martinus (AM XXVI) didampingi Koord. Divisi Caving, M. Arif P, mereka meninggalkan secretariat pada hari Jumat, 25 Mei 2012 pukul 15.20 dan tiba di lokasi camp yang merupakan rumah penduduk sekitar pukul 18.31.

Penelusuran dimulai pada Sabtu, 26 Mei 2012 pukul 07.15 dengan berangkat dari lokasi cam menuju mulut gua dan tiba di mulut gua pada pukul 08.00 dan seluruh tim mempersiapkan lintasan untuk menuruni Gua Latif yang merupakan Gua Vertical. Pada pukul 11.40 satu persatu anggota dari tim, baik dari kami maupun dari tim Mapala Poltek Ujung Pandang menuruni lintasan. Pada Pukul 12.10, 9 (sembilan)anggota dari kedua tim berhasil melalui lintasan tahap I. Pada pukul 12.40 kami berada pada tahap II atau dasar gua melalui lintasan yang menggunakan webbing yang diikatkan pada batu besar, lintasan ini cukup berbahaya, licin dan terjal. Pada Pukul 13.00, tim berhasil sampai  pada tahap III atau dasar gua yang ketiga dengan melalui sedikit lorong sempit, dimana ornament yang terdapat dalam dinding gua tersebut sangat indah.
Tim kemudian meninggalkan bottom pada pukuk 13.30, lalu melakukan ascending dan tiba di mulut gua pada puluk 15.59. setelah itu tim istirahat sejenak sambil menikmati kopi. Tim kemudian melakukan packing pealatan dan kembali ke lokasi camp pukul 17.40. Kondisi Gua Latif merupakan Gua vertical dengan kedalaman ± 50 meter, dimana untuk mencapai bottom gua, tim melalui 3 tahapan wilayah, dimana untuk mencapai tahap I, tim melakukan desending dengan teknik frog system dan untuk mencapai tahap II menggunakan bantuan webbing untuk menuruni dasar gua yang terjal serta berjalan kaki memasuki lorong yang sempit untuk mencapai tahap III. Ornamen-ornamen yang tedapat di dalam gua seperti stalaktik, stalakmit, gorden, pilar, dan calcium carbonat yang menyerupai Kristal dan pilar. Selain itu ditemukan flora dan fauna berupa katak, cicak, lalat, nyamuk dan jamur.
Tim Meninggalkan lokasi camp menuju kampus  pada Minggu, 27 Mei 2012, pukul 16.30 setelah sebelumnya tim mencuci peralatan bersama rekan-rekan dari Mapala Poltek Ujung Pandang. Dalam diklat kali ini, kami banyak mendapat bantuan oleh saudara-saudara dari Mapala Poltek Ujung Pandang, dimana dalam aplikasi lapangan kami bersamaan juga dengan Diklat dari anggota muda mereka. Dalam penelusuran, tim Mapala Poltek terdiri dari Gumbe, Nuel, Arif dan Wahyu serta satu orang anggota dari Mapala UVRI Makassar. Tim kemudian sampai di secretariat dengan selamat pada pukul 18.05 wita.


Divisi Bahari
Pendataan Terumbu Karang di Gusung Camba-camba
Kegiatan ini dilaksanakan pada 18-20 Mei 2012 di Gusung Camba-camba, Desa Mattiro Baji, Kec. Tuppabiring Utara, Kab. Pangkep, dimana tim yang terdiri dari Abuhaer, Hamka, M. Darwis, dan Nur Rahmi (AM XXVI) serta Jumaedil Awal selaku Pjs Koord. Divisi Bahari dan Koord. Bidang Konservasi Lingkungan Hidup, Basri. Mereka meninnggalkan secret Jumat, 18 Mei 2012, pukul 08.30 dan tiba di Dermaga Maccini Baji pukul 09.00,Tim kemudian menyebrang ke Pulau Saugi sebelum menuju Gusung Camba-camba. Biaya penyebrangan dari Dermaga menuju pulau Saugi sebesar Rp. 5000/org.
Tim tiba di Pulau Saugi pukul 09.54 dan menuju rumah Pak Bur. Pada pukul 10.20 tim melakukan pendataan tanaman mangrove yang telah ditanam sebelumnya di sekitaran pantai pulau saugi, dekat pekuburan desa setempat. Sore harinya sekitar pukul 15.40, tim menyebrang menuju Gusung Camba-camba dan tiba pukul 16.10 sembari mempersiapkan camp dan beristirahat. Keesokan harinya, Sabtu 19 Mei 2012, setelah sarapan pagi dan melakukan pembersihan sekitaran gusung, tim mulai melakukan aplikasi dan pendataan pada pukul 11.10.
 
 Keadaan pantai disekitaran Gusung Camba-camba adalah berpasir putih dan terdapat tumbuhan dan pohon  seperti kelapa, ketapang, jeruk, mangrove, mengkudu,kembang kertas, bunga kembang sepatu, dan rerumputan. Adapun hewan yang terdapat di Gusung ini berupa kucing, serangga, jangkrik, dan burung belibis. Di gusung inin juga terdapat satu buah rumah adat labakkang, 3 gasebo, satu buah kuburan dan satu unit dermaga kecil berbentuk huruf T.



Tim melakukan pendataan terumbu karang dengan teknik snorkeling dan sesekali menyelam ke dasar sambil membawa gambar terumbu garang yang telah di list, sambil mencocokkann dengan gambar terumbu karang yang di pegang, satu dari anggota tim mencatat jenis terumbu karang tersebut. Terumbu karang yang dominan di kawasan ini berjenis Hard Coral (terumbu karang keras) dengan spesies paling dominan Acropora Branchis dan Mushroom. Kondisi pertumbuhan karang disekitaran Camba-camba banyak mengalami kerusakan dengan rata-rata penyebab kerusakan yakni pengeboman, obat bius dan terkena jangkar kapal.
Setelah seharian melakukan pendataan, tim kemudian beristirahat hingga hari malam. Tim kemudian melanjutkan pendataan pada minggu pagi, setelah itu tim packing kemudian menyebrang ke Pulau Saugi pada pukul 14.00, kemudian dilanjutkan penyebrangan ke Dermaga Mattiro Baji dan tiba di dermaga tersebut pukul 15.45. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju secretariat dan tiba di secret dengan selamat pada pukul 18.28 wita.