Diklat (Pendidikan Lanjutan),
Aplikasi Lapangan II
Kegiatan ini sebagai
pengembangan kapasitas setelah mengikuti Pendidikan Dasar, (Diksar). Dimana
para anggota muda mengembangkan minat sesuai dengan divisinya masing dengan
mengikuti prosedur diklat, mulai dari pendaftaran ke masing-masing koordinasi
divisi, training center, pemantapan materi dan berlanjut ke aplikasi lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh AM Angkatan XXVI dan beberapa orang dari AM angkatan
XXV yang menyusul.
Divisi Gunung Hutan:
Pendakian
Lintas Bulu’Sorongan – Bulu’Poddo

Aplikasi lapangan
ini dilaksanakan pada tanggal 25-27 Mei 2012, bertempat di B. Sorongan, 590
mdpl (Desa Parenreng, Kec. Segeri, Kab. Pangkep) menuju B. Poddo, 735 mdpl
(Balleangin, Kab. Barru). Kegiatan ini sebagai aplikasi materi navigasi yang
telah diberikan sebelumnya. Peserta dari Kegiatan ini yaitu Saudara Rendi (AM
XXVI)yang mengikuti dilkat ini, Koord. Divisi Gunung Hutan, Saroddin ,dan
beberapa senior pendamping yakni Sandi Satria, Ahmad Qadri, Amiruddin, dan
Adiyatma M.
Tim memulai start
pendakian di desa Parenreng pada pukul 16.30 dan sampai ke puncak bukit
Sorongan pada pukul 21.35 dan langsung membangun camp.
Esok pagi, Sabtu 26 Mei
2012, Rendi melakukan resection dan intersection, mengambil data dari puncak
sorongan serta menentukan step selanjutnya, kemudian tim melanjutkan
perjalanan. Tim juga melakukan penanaman bibit jati putih di sekitar step yang
dilalui, dimana sebelum menuju step I, tim menanam 5 pohon di 2 titik, yakni di
kaki bukit sorongan dan disekitaran padang menuju step I.

Step yang dilewati
tim berjumah 10 (sepuluh),tim terus berjalan dan tiba di camp II (desa
mammekke,Barru)pukul 21.00. Keesokan harinya, Minggu 27 Mei 2012 pukul 08.30
tim melanjutkan perjalanan menuju step VIII (belakang B. Poddo) melewati areal
sungai, persawahan, dan melalui pendakian terjal serta semak belukar dan tiba
di step VIII pukul 13.00.
Di step VIII, Rendi kembali melakukan resection
dengan Puncak Bulu’ Poddo sebagai bidikan lalu melanjutkan perjalanan ke step IX
(puncak Bulu’ Poddo). Tim sampai di puncak Bulu’ Poddo pada pukul 13.45,
kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke secretariat.

Selama perjalanan,
kami melewati empat desa, yakni desa pattiromanu, desa jangan jangan, desa
mammekke, dan desa balleangin serta areal persawahan kami jumpai di keempat desa tersebut yang mayoritas masyarakatnya
bertani dan berkebun. Selain itu di jalur yang kami lewati terdapat satu SD
(Sekolah Dasar) dan 2 Mushalla.
Dalam perjalanan pulang dari Bulu’ Poddo menuju
secretariat, tim menuruni lembah yang biasa disebut dengan lembah penyesalan
dan ,memasuki area hutan dan menyebrangi beberapa sungai kecil sebelum memasuki
perkampungan penduduk. Seluruh tim tiba dengan selamat di Sekretariat Pukul
20.25 dan langsung istirahat dan makan malam bersama.
Divisi Rock Climbing
Pemanjatan
Tebing Lopi-lopi
Kegiatan ini
dilaksanakan pada tanggal 17-20 Mei 2012 di Tebing alam Lopi-lopi, Dusun
Lopi-lopi, Desa Mangeloreng, Kec. Bantimurung, Kab.Maros. Pemanjatan kali ini
dengan metode Artificial Climbing, dan pada aplikasi kali ini, tim yang terdiri
dari Anggota Muda XXVI dari Divisi RC, yaitu Syamsul Bahri, Rahmat Hidayat, dan
Supriadi serta Koord. Divisi RC, Andi Pamessangi juga menggunakan metode
hanging belay setelah berhasil mencapai pitch I.
Pemanjatan dimulai
pada hari Jumat, 18 Mei 2012 setelah shalat jumat, yakni pukul 13.20 setelah
sehai sebelum pemanjatan tim melakukan pendataan mengenai kondisi social
pedesaan setempat. Syamsul Bahri yang bertindak sebagai leader langsung
memasang 2 pengaman dan selanjutnya digantikan oleh supriadi yang memasang 2
pengaman. Tim baru bisa menembus pitch I pada hari sabtu setelah terjadi
insiden di hari sebelumnya, dimana pemanjatan sempat terhenti.
Pemanjatan dilanjutkan pada sabtu pagi, dimana saudara Andi Pamessangi
ascending ke pitch I untuk membelay Syamsul Bahri sebagai leader.Dengan
menggunakan metode Hanging Belay, tim berhasil mencapai pitch II (± 35 meter) pada siang harinya. Setelah
istirahat dan makan snack di pitch II, Tim memutuskan untuk melakukan clean
peralatan dan melakukan descending tebing dan tiba di dasar tebing pada pukul
17.00. Tim memutuskan tidak melanjutkan pemanjatan sampai ke top tebing dengan
alasan target yang diinginkan koord. Divisi mengenai metode hanging belay telah
tercapai.
Mayoritas mata
pencaharian penduduk sekitar tebing adalah petani, dimana terbentang areal
persawahan yang begitu luas disekitar tebing, ada juga masyarakat yang
melakukan kegiatan beternak karena disepanjang jalan menuju lokasi terdapat
peternakan Ayam potong. Pada malam harinya keseluruhan tim istirahat di dasar
tebing dan keesokan harinya, Minggu 20 Mei 2012, pukul 09.00, keseluruan tim
bersiap-siap meninggalkan lokasi menuju secretariat.
Divisi Caving
Penelusuran
Gua Latif
Kegiatan ini
dilaksanakan pada tanggal 25-27 Mei 2012, tepatnya di Gua Latif, Dusun
Pattunuang, Desa Samanngi, Kec. Simbang, Kab. Maros dimana tim yang terdiri
dari Astrid (AM XXV), Joni dan Martinus (AM XXVI) didampingi Koord. Divisi
Caving, M. Arif P, mereka meninggalkan secretariat pada hari Jumat, 25 Mei 2012
pukul 15.20 dan tiba di lokasi camp yang merupakan rumah penduduk sekitar pukul
18.31.
Penelusuran
dimulai pada Sabtu, 26 Mei 2012 pukul 07.15 dengan berangkat dari lokasi cam
menuju mulut gua dan tiba di mulut gua pada pukul 08.00 dan seluruh tim
mempersiapkan lintasan untuk menuruni Gua Latif yang merupakan Gua Vertical.
Pada pukul 11.40 satu persatu anggota dari tim, baik dari kami maupun dari tim
Mapala Poltek Ujung Pandang menuruni lintasan. Pada Pukul 12.10, 9 (sembilan)anggota
dari kedua tim berhasil melalui lintasan tahap I. Pada pukul 12.40 kami berada
pada tahap II atau dasar gua melalui lintasan yang menggunakan webbing yang
diikatkan pada batu besar,
lintasan ini cukup
berbahaya, licin dan terjal. Pada Pukul 13.00, tim berhasil sampai pada tahap III atau dasar gua yang ketiga
dengan melalui sedikit lorong sempit, dimana ornament yang terdapat dalam
dinding gua tersebut sangat indah.
Tim kemudian
meninggalkan bottom pada pukuk 13.30, lalu melakukan ascending dan tiba di
mulut gua pada puluk 15.59. setelah itu tim istirahat sejenak sambil menikmati
kopi. Tim kemudian melakukan packing pealatan dan kembali ke lokasi camp pukul
17.40. Kondisi Gua Latif merupakan Gua vertical dengan kedalaman ± 50 meter, dimana untuk mencapai
bottom gua, tim melalui 3 tahapan wilayah, dimana untuk mencapai tahap I, tim
melakukan desending dengan teknik frog system dan untuk mencapai tahap II
menggunakan bantuan webbing untuk menuruni dasar gua yang terjal serta berjalan
kaki memasuki lorong yang sempit untuk mencapai tahap III. Ornamen-ornamen yang
tedapat di dalam gua seperti stalaktik, stalakmit, gorden, pilar, dan calcium
carbonat yang menyerupai Kristal dan pilar. Selain itu ditemukan flora dan
fauna berupa katak, cicak, lalat, nyamuk dan jamur.
Tim Meninggalkan
lokasi camp menuju kampus pada Minggu,
27 Mei 2012, pukul 16.30 setelah sebelumnya tim mencuci peralatan bersama
rekan-rekan dari Mapala Poltek Ujung Pandang. Dalam diklat kali ini, kami
banyak mendapat bantuan oleh saudara-saudara dari Mapala Poltek Ujung Pandang,
dimana dalam aplikasi lapangan kami bersamaan juga dengan Diklat dari anggota
muda mereka. Dalam penelusuran, tim Mapala Poltek terdiri dari Gumbe, Nuel,
Arif dan Wahyu serta satu orang anggota dari Mapala UVRI Makassar. Tim kemudian
sampai di secretariat dengan selamat pada pukul 18.05 wita.
Divisi Bahari
Pendataan
Terumbu Karang di Gusung Camba-camba
Kegiatan ini
dilaksanakan pada 18-20 Mei 2012 di Gusung Camba-camba, Desa Mattiro Baji, Kec.
Tuppabiring Utara, Kab. Pangkep, dimana tim yang terdiri dari Abuhaer, Hamka,
M. Darwis, dan Nur Rahmi (AM XXVI) serta Jumaedil Awal selaku Pjs Koord. Divisi
Bahari dan Koord. Bidang Konservasi Lingkungan Hidup, Basri. Mereka
meninnggalkan secret Jumat, 18 Mei 2012, pukul 08.30 dan tiba di Dermaga Maccini
Baji pukul 09.00,Tim kemudian menyebrang ke Pulau Saugi sebelum menuju Gusung
Camba-camba. Biaya penyebrangan dari Dermaga menuju pulau Saugi sebesar Rp.
5000/org.

Tim tiba di Pulau
Saugi pukul 09.54 dan menuju rumah Pak Bur. Pada pukul 10.20 tim melakukan
pendataan tanaman mangrove yang telah ditanam sebelumnya di sekitaran pantai
pulau saugi, dekat pekuburan desa setempat. Sore harinya sekitar pukul 15.40,
tim menyebrang menuju Gusung Camba-camba dan tiba pukul 16.10 sembari
mempersiapkan camp dan beristirahat. Keesokan harinya, Sabtu 19 Mei 2012,
setelah sarapan pagi dan melakukan pembersihan sekitaran gusung, tim mulai
melakukan aplikasi dan pendataan pada pukul 11.10.
Keadaan pantai
disekitaran Gusung Camba-camba adalah berpasir putih dan terdapat tumbuhan dan
pohon seperti kelapa, ketapang, jeruk,
mangrove, mengkudu,kembang kertas, bunga kembang sepatu, dan rerumputan. Adapun
hewan yang terdapat di Gusung ini berupa kucing, serangga, jangkrik, dan burung
belibis. Di gusung inin juga terdapat satu buah rumah adat labakkang, 3 gasebo,
satu buah kuburan dan satu unit dermaga kecil berbentuk huruf T.
Tim melakukan
pendataan terumbu karang dengan teknik snorkeling dan sesekali menyelam ke
dasar sambil membawa gambar terumbu garang yang telah di list, sambil
mencocokkann dengan gambar terumbu karang yang di pegang, satu dari anggota tim
mencatat jenis terumbu karang tersebut. Terumbu karang yang dominan di kawasan
ini berjenis Hard Coral (terumbu
karang keras) dengan spesies paling dominan Acropora Branchis dan Mushroom. Kondisi
pertumbuhan karang disekitaran Camba-camba banyak mengalami kerusakan dengan
rata-rata penyebab kerusakan yakni
pengeboman, obat
bius dan terkena jangkar kapal.
Setelah seharian
melakukan pendataan, tim kemudian beristirahat hingga hari malam. Tim kemudian
melanjutkan pendataan pada minggu pagi, setelah itu tim packing kemudian
menyebrang ke Pulau Saugi pada pukul 14.00, kemudian dilanjutkan penyebrangan
ke Dermaga Mattiro Baji dan tiba di dermaga tersebut pukul 15.45. Tim kemudian
melanjutkan perjalanan menuju secretariat dan tiba di secret dengan selamat
pada pukul 18.28 wita.