Kegiatan OTB ini berlangsung di
penghujung 2012 sampai awal 2013, begitulah jalannya pelaksanaan operasi ini,
dimana kegiatan sebelumnya telah direncanakan oleh tim mulai dari tanggal 26-30
Desember 2012 dengan berbagai persiapan, namun karena berbagai kendala yang
kami temui di lapangan menyebabkan kegiatan ini baru selesai pada tanggal 2
Januari 2013 yang ditandai dengan lima orang pemanjat (Tim Inti, yakni : Ahmad
Qadri. H, Adiyatma. M, Samsul Bahri, Muhammad Akmal dan Muhammad Nasir) yang tergabung dalam Tim OTB WIRPALA berhasil
mencapai puncak Tebing Bambapuang pada hari Rabu, 2 Januari 2013, pukul 13.47
WITA dengan melakukan pemanjatan secara direct di dinding selatan tebing dengan
ketinggian tebing yang dipanjati setinggi
115 meter, dengan panjang lintasan 117 meter dan jalur scrambling 200
meter. Tim melakukan pemanjatan dengan metode Artificial Climbing dan menggunakan taktik Siege System.
Kegiatan ini ditandai dengan
pelepasan Tim di Lapangan Tenis PPNP pada Hari Rabu, 26 Desember 2012, pukul
15.00 WITA oleh Bapak. Ir. Paharuddin MT dan Irawan Alham ST, MT. sebagai
perwakilan dari Bidang Kemahasiswaan, Bapak Ir. Widodo Basuki, M.Si, Ketua MPM,
Seluruh Anggota WIRPALA serta teman-teman dari UKM/HMJ yang sempat hadir.
Setelah itu tim kemudian berangkat ke lokasi pemanjatan yang terletak di Dusun
Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kabupaten Enrekang dengan menggunakan
sepeda motor.
Butuh perjuangan untuk sampai ke
lokasi, yakni di dusun kotu, dusun yang menjadi akses terakhir sebelum menjajal
cadasnya bambapuang, belum lagi perjalanan menuju landasan tebing/start
pemanjatan, tim harus melalui medan terjal sepanjang 200 meter dengan pendakian
di medan yang berbatuan lepas. Tim melakukan start pemanjatan pada hari Kamis,
27 Desember 2012 pada pukul 15.30 dan berjuang selama lima hari untuk
menghadapi ekstrimnya Tebing Bambapuang, dimana malam terakhir sebelum mencapai
top, tim pemanjat terpaksa flying camp
(menginap di tebing) di ketinggian 100 meter. Dengan rasa haru dan bangga serta
disertai sujud syukur kepada Tuhan YME, Tim Pemanjat/Tim Inti berhasil tiba di
puncak tebing pada hari Rabu, 2 Januari 2013 pukul 13.47. Tim kemudian dijemput
oleh Tim Pendukung yang telah setia menunggu di puncak sebelah Gunung Bampuang.
Tampak view indah Sungai Saddang dan Gunung Nona menemani tim inti menunggu
kedatang tim pendukung untuk menjemput kami. Setelah Tim Pendukung datang, kami
kemudian menuju ke Puncak Gunung Bambapuang untuk merayakan euforia keberhasilan
Tim OTB WIRPALA dengan mengibarkan Bendera Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
dan Bendera UKM WIRPALA di Tebing
Tertinggi di Sulawesi Selatan.
Tebing Bambapuang yang dimana
kata Bambapuang berasal dari dua kata, yakni “Bamba” yang berarti tangga, dan “puang” adalah raja , yang artinya tangga raja/pohon yang
menghubungkan langit dan bumi pada waktu itu, namun di potong oleh
Sawerigading, dimana daunnya itulah yang kini menjadi Sungai Saddang dan
beberapa lainnya menjadi tonjolan batu/bukit yang ada di Toraja.Tebing ini merupakan tebing bebatuan kapur yang
cadas dan merupakan tebing tertinggi di Sulawesi Selatan serta memiliki tingkat
kesulitan yang tinggi. Tercatat lebih dari 33 Tim dari seluruh Dunia dan
Indonesia yang pernah mencoba
menaklukkannya, ada yang sukses dan ada juga yang gagal sampai gugur dalam
ekspedisi atau pemanjatannya. Tercatat seorang anggota dari Mahasiswa Pencinta
Alam dari “MPA Arayancala Tri Sakti Jakarta” atas nama Ali Irfan. B meninggal
di tebing ini setelah tergelincir sewaktu mengambil gambar. Selain itu pernah
juga 3 orang mahasiswa yang melakukan ekspedisi nyaris tewas terbakar ketika
melakukan pemanjatan, ketiga mahasiswa itu berasal dari HIMPALA Unas Jakarta.
"Yakinlah.., Tuhan Bersama Kalian. . . ", begitulah bunyi kalimat yang melekat di hati seluruh tim OTB. (by 441)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar